Selasa, 04 November 2014

Asuransi dan Manajemen Resiko

PENGERTIAN MANAJEMEN RISIKO
ü  Dalam Arti Sempit : Hanya berhubungan dengan risiko-risiko yang dapat diasutansikan saja.
ü  Dalam Arti Menengah : Bertanggung jawab secara menyeluruh atas kemungkinan kemungkinan timbulnya kerugian karena risiko yang terjadi.
ü  Dalam Arti Luas : Berhubungan dengan semua risiko yang ada dalam perusahaan dan bertanggung jawab atas hasil dan kelangsungan hidup perusahaan.

DEFENISI MANAJEMEN RISIKO
Manajemen risiko merupakan suatu sistem pengawasan risiko. dan
perlindungan atas harta benda, keuntungan, serta keuangan suatu badan
usaha atau perorangan atas kemungkinan timbulnya suatu kerugian
karena adanya risiko tersebut.
Dalam pengertian praktis konsep ini dapat diartikan sebagai : Proteksi
ekonomis terhadap kerugian yang mungkin timbul atas aset dan pendapatan
suatu perusahaan.

TUJUAN MANAJEMEN RISIKO
Menekan atau menghapuskan risiko, yang apabila terjadi dapat
mengakibatkan kerugian atau tidak dapat tercapainya tujuan perusahaan.

KEBUTUHAN AKAN MANAJEMEN RISIKO
Pertama, fungsi-fungsi yang dijalankan oleh manajer risiko adalah tidak sama
dengan fungsi-fungsi yang dijalankan oleh independent agent atau broker, di
mana tugas manajer risiko mempunyai skala yang lebih luas dibandingkan
hanya membeli proteksi asuransi.
Kedua, dalam pengalamannya suatu perusahaan sering menghadapi kesulitan
untuk merancang program asuransi yang baik tanpa adanya seseorang dari
dalam perusahaan yang benar-benar menanganinya. Broker atau agent dari
pihak luar tidak benar-benar menguasai seluk beluk internal bisnis.
Ketiga, ada kencenderungan bahwa agent hanya menjual polis-polis yang
mereka sudah kenal saja atau yang mudah didapat dan mereka enggan untuk
menganalisa risiko-risiko lain yang tidak tercakup dalam polis standard
tersebut.

PROSES MANAJEMEN RISIKO
Pada dasamya manajemen risiko meliputi suatu proses yang mencakup tiga
tahapan :
A.      Identifikasi Risiko (Risk Identification)
Pada tahap Identifikasi Risiko ini manajer risiko berusaha menginventarisasi semua potensi risiko yang dihadapi. Dalam hal ini tugas identifikasi risiko dapat dibagi dalam dua kategori :
1)      The perception of risk : kemampuan untuk dapat mengamati adanya suatu exposure (situasi-situasi yang dapat menimbulkan bahaya).
2)      Proses identifikasi itu sendiri : Perangkat-perangkat yang dapat digunakan dalam proses identifikasi risiko antara lain :
·         Organisational Charts
·         Flow Charts
·         Check List

B.      Evaluasi/analisa Risiko (Risk Evaluation)
Tahap kedua dalam proses manajemen risiko adalah melakukan evaluasi/analisa risiko, di mana data-data yang telah diperoleh pada tahap identifikasi risiko dianalisa dan diukur baik secara kualitatip maupun kuantitatip dengan pendekatan-pendekatan statistik, ekonomi dan rekayasa.
C.      Pengawasan Risiko (Risk Control)
Pada tahap ini manajer risiko menjalankan dua tugas :
Pertama, merancang cara terbaik dan ekonomis untuk menekan risiko sampai ketitik minimum yang dapat dicapai
Kedua, berusaha secara terus menerus mempertahankan tingkat risiko minimum yang telah dicapai. Pengawasan risiko dapat dilakukan melalui dua macam pendekatan yaitu :
1)      Pendekatan secara phisik Pendekatan secara phisik dapat dilakukan melalui :
·         Penghapusan risiko
a.      Mengabaikan risiko
b.      Menghapuskan risiko
c.       Mengasumsikan risiko (mengalihkan tanggung jawab)
·         Pengurangan Risiko
a.      Menjauhi kegiatan yang mengandung risiko yang relatip besar.
b.      Mengsubkontrakkan kegiatan yang mengandung risiko yang relatip besar kepada pihak lain.
c.       Memasang tanda-tanda peringatan atau larangan.
d.      Menerapkan metode kerja yang baik, penjagaan dan keamanan.
e.      Membangun prasarana yang lebih baik Pengurangan risiko
·         Pencegahan risiko
a.      Menyediakan alat-alat yang dapat menanggulangi risiko.
b.      Mengatur lay-out yang lebih baik.
c.       Memisahkan kegiatan-kegiatan yang mengandung risiko besar dan risiko kecil.
d.      Memasang saluran air, saluran asap atau saluran panas.
2)      Pendekatan secara financial
Pada tahap ini, dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu manajer risiko dapat melakukan : retensi risiko sebagian atau seluruhnya, dengan menyisihkan dan mencadangkan dana untuk pembiayaannya; atau melakukan transfer risiko baik melalui Asuransi atau Non Asuransi.

Pengertian Asuransi serta Prinsip Dasar Asuransi

Menurut undang-undang nomor 2 tahun 1992 pasal 2 ayat 1, yang dimaksud dengan asuransi adalah: Asuransi atau Pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggalnya atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.
Prinsip Dasar Asuransi
Setelah mengetahui pengertian asuransi, terdapat juga 4 prinsip dasar asuransi, yaitu:
1.      Indemnity.
Pada prinsip ini, penanggung bersedia untuk membayar tidak lebih dari nilai aktual yang harus ditanggung oleh tertanggung. Prinsip ini dibuat dengan e alasan. Pertama, tujuan kontrak asuransi adalah mengembalikan posisi ekonomi sama saat kerugian belum terjadi. Kedua, tertanggung tidak memperoleh keuntungan dari adanya kerugian. Ketiga, mengurangi moral hazard dengan mengeliminasi insentif keuntungan.
2.      Insurable interest.
Prinsip ini mengatakan bahwa tertanggung harus berada dalam posisi menderita secara finansial saat kerugian terjadi. Prinsip ini dibuat untuk menghindari spekulasi, mengurangi moral hazard, serta agar tidak menanggung lebih dari kebutuhan keuangan tertanggung (mendukung prinsip indemnity).
3.      Utmost good faith
Utmost good faith artinya nilai kejujuran sangat dijunjung tinggi dalam kontrak asuransi.
4.      Subrogation
Subrogation artinya penanggung hanya berkewajiban membayar sesuai dengan yang tertuang dalam polis.
Tujuan asuransi
Tujuan diadakannya industri asuransi yaitu dengan memberikan sejumlah uang yang disebut uang premi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi agar terhindar, meminimalkan atau mengurangi resiko kerugian yang lebih besar yang mungkin terjadi kemudian.
Tujuan tersebut dapat ditinjau dari pihak tertanggung maupun pihak perusahaan asuransi.
a)    Pihak tertanggung
1. Menghindari kemungkinan kerugian yang lebih luas
2.      Mendapatkan ganti rugi dari perusahaan asuransi bila terjadi musibah yang merugikan
3.      Menggeser kemungkinan resiko kepada pihak lain
4.      Memperkecil kemungkinan kerugian yang diderita
b)      Pihak perusahaan asuransi
1.      Memberikan perlindungan terhadap kemungkinan kerugian yang diderita tertanggung
2.      Memberikan dorongan kearah perkembangan perekonomian yang lebih maju
3.      Menghilangkan keragu-raguan bagi usahawan dalam menjalankan usaha atau pekerjaan nya
4.      Menjamin penanaman modal para investor
5.      Memperoleh hasil berupa premi atas imbalan jasa yang diberikan

HUBUNGAN ANTARA FREQUENCY DAN SEVERITY ATAS RISIKO

Komponen kedua dari risiko adalah pendapat bahwa ada tingkat yang berbeda terjadinya risiko. Tidak dapat diasumsikan bahwa tingkat kemungkinan terjadinya semua risiko sama. Contohnya, rumah yang dekat dengan sungai berisiko atas terjadinya banjir. Bandingkan dengan rumah yang berada dilereng bukit, memiliki risiko terjadinya banjir yang sangat kecil.          
Akan tetapi pandangan kita bisa saja berubah dengan pertimbangan nilai dimana risiko mungkin terjadi. Misalnya rumah yang berada ditepi sungai merupakan rumah untuk dipakai liburan dengan nilai hanya 5,000 pounds sedangkan rumah yang ada dilereng  bukit bernilai 200,000 pounds (rumah mewah). Pandangan kita bisa saja berubah, rumah yang di atas bukit berisiko tinggi mengacu pada nilai (higher potential severity. 

FREKWENSI DAN SEVERITAS

Frekwensi adalah kombinasi kemungkinan terjadi kejadian sedangkan severitas adalah besarnya kerugian bila terjadi. Dalam contoh diatas, rumah yang berada dekat sungai, frekwensi terjadinya banjir akan lebih besar dari rumah di lereng bukit. Sedangkan rumah yang dilereng bukit bila terjadi banjir akan lebih besar kerugiannya dari pada rumah dekat sungai (severitas). 

PERIL DAN HAZARD / RISIKO dan BAHAYA

Kita sering menggunakan resiko yang berarti satu kejadian yang menyebabkan kerugian dan juga faktor – faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kerugian. 
Ketika kita berpikir tentang penyebab berarti terdapat sedikitnya ada 2 aspek yaitu Peril dan Hazard. Contoh rumah yang berada dekat sungai, beresiko banjir. Risiko banjir bukanlah pemahaman yang benar akan tetapi risiko kerusakan akibat banjir. 
Banjir adalah penyebab kerugian dan faktanya rumah yang dekat sungai akan mempengaruhi terjadinya kerugian akibat banjir. 
Banjir adalah peril/resiko sedangkan kedekatan rumah dengan sungai adalah hazard. 
Peril adalah penyebab utama,  yaitu sesuatu yang akan menimbulkan kerugian. Sering terjadi diluar kontrol seseorang yang mungkin terlibat. 
Badai, kebakaran, pencurian, kecelakaan lalu lintas dan ledakan merupakan perils. 
Faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kejadian disebut dengan hazard.

Rabu, 16 April 2014

Rencana Kegiatan Promosi Detergen "CiCuci"

Rencanaan KegiatanPromosi Produk Baru
Detergen Cair “CiCuci”

Disusun oleh :
Bagian Pemasaran
PT. XYZ

A.   Pendahuluan
Dalam rangka pengembangan produk baru PT. XYZ, kami menyusun rencana promosi produk detergen cair “CiCuci” dengan cara membagikan sampel, demo Produk, dan voting pendapat customer.

B.   Informasi Rencana Promosi
ü  Nama Produk                     : Detergen Cair “CiCuci”
ü  Sasaran Pemasaran             : Semua Kalangan Rumah tangga
ü  Tanggal Pelaksanaan           : 30 April 2014
ü  Lama Periode                     : 30 hari
ü  Jumlah Relawan                  : 100 orang
ü  Jumlah sampel                     : 100.000 pcs

C.   Teknik Promosi
Sebagai langkah awal, kami akan menyebar relawan kebeberapa wilayah yang berbeda, setiap 2 relawan memegang 1 RT dalam suatu wilayah. Kemudian dalan 1-2 hari relawan harus membagikan sampel dan menjelaskan keunggulan produk tersebut, kemudian keesokan harinya setiap relawan harus melalkukan demo dengan menggunakan produk baru “CiCuci”. Setelah demo selesai diharapkan relawan harus membuat voting apakah produk “CiCuci” disukai atau tidak disukai dengan cara memasukan kertas kedalam sebuah toples voting.

D.   Hasil Akhir

Bagian pemasaran mengharapkan relawan bisa mendapatkan hasil penilaian dari masyarakat yang akurat, sehingga dapat diputuskan apakah produk tersebut akan diproduksi lebih banyak atau sedikit.

Siti Qomariyah
57212081
2DF01

Rabu, 12 Maret 2014

Komunikasi Bisnis Eksternal PT. Rekayasa Industri

Company profil PT Rekayasa Industri

Kantor Pusat: 

Jl. Kalibata Timur I No. 36, 
Kalibata Jakarta 12740, Indonesia
Phone: 62-21-7988700/7988707 

Fax: 62-21-7988701/7988702 
PO Box 3727 JKT 


Didirikan oleh pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 12 Agustus 1981, untuk mengembangkan kemampuan nasional ke tingkat dunia didalam bidang rancang bangun, pengadaan, konstruksi dan uji-coba operasi (EPCC) untuk pabrik-pabrik industri besar di Indonesia. PT Rekayasa Industri saat ini merupakan salah satu perusahaan terkemuka di bidangnya di Indonesia. Bidang usaha rancang bangun, pengadaan, konstruksi dan uji coba operasi ini (EPCC), meliputi pabrik-pabrik pada industri: gas, panas bumi, kilang, petrokimia, mineral, pengelolaan lingkungan, dan infrastruktur. Selain itu, perusahaan ini pun menyediakan jasa untuk studi kelayakan proyek/pabrik dan perawatan pabrik.

VISI MISI, dan TATA NILAI (BUDAYA) PERUSAHAAN

VISI 
Menjadi perusahaan kelas dunia di bidang rancang bangun dan perekayasaan industri yang terintegrasi serta investasi yang kompetitif. 

MISI
  • Memberikan jasa rancang bangun dan perekayasaan yang lengkap dan kompetitif, baik di dalam maupun luar negeri, dengan mengutamakan keunggulan mutu dan inovasi teknologi.
  •  Meningkatkan kompetensi dan mengembangkan organisasi yang responsif dan Tangkas.
  • Melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik.
  • Meningkatkan nilai perusahaan jangka panjang melalui investasi.
  • Memberikan nilai tambah lebih bagi pelanggan, pemegang saham, karyawan, dan masyarakat dengan mempertimbangkan pertumbuhan perusahaan.
TATA NILAI (BUDAYA) 
Profesionalisme 
Bekerja dengan penuh integritas, etika tanggung jawab dan mengedepankan kerjasama kelompok 
Kualitas 
Mengutamakan mutu, ketepatan waktu, efektivitas dan efisiensi dalam setiap aktivitas dan pekerjaan yang kami lakukan. 
Pembelajaran
Senantiasa belajar untuk meningkatkan kompetensi, mengembangkan inovasi agar selalu siap menyesuaikan diri terhadap semua perubahan yang terjadi dan mengupayakan melakukan sharing terhadap hasil pembelajaran. 
Tanggung Jawab Sosial
Mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan bagi semua orang baik karyawan, pelanggan, masyarakat maupun kelestarian lingkungan hidup

Kompetensi dan pengalaman serta keahlian PT Rekayasa Industri di bidang rancang-bangun, pembelian dan konstruksi (EPC) terus bertambah melalui kerjasama dengan sejumlah perusahaan terkemuka dunia.
PT Rekayasa Industri  memperluas pasar internasional melalui pembangunan proyek di Malaysia. Di dalam negeri PT Rekayasa Industri  juga turut berpartisipasi dalam pekerjaan rancang-bangun pipanisasi, listrik, dan peralatan teknik proyek Pabrik Kertas. Selain itu PT Rekayasa Industri juga mengerjakan berbagai macam proyek optimalisasi dan perampingan. Manajemen Mutu merupakan prioritas utama perusahaan, karena orientasi usaha PT 
Rekayasa Industri  yang mengutamakan pada efisiensi dan efektivitas biaya serta perolehan laba. Hal ini bertujuan untuk menjadikan PT Rekayasa Industri  sebagai pelaku internasional yang kompeten dan kompetitif. Terkait dengan hal tersebut, PT Rekayasa Industri  telah memperoleh sertifikat ISO 9001 untuk standar mutu manajemen dan jaminan mutu dari Lloyds Register Quality Assurance.


Orientasi bisnis perusahaan ditentukan berdasarkan pengalaman rancang-bangun, pembelian, konstruksi dan uji coba operasi (EPCC), dimana penyesuaian ruang lingkup pelayanan dan kebutuhan pelanggan yang dinamis dilakukan terus-menerus seiring dengan peningkatan pengetahuan perusahaan. Pada mulanya usaha ini dimulai dengan melayani pelanggan lokal dalam lingkup nasional (Indonesia). Setelah berhasil mendapatkan pelanggan, kini PT 
Rekayasa Industri melayani beragam pelanggan swasta domestik dan asing. 

Bentuk Komunikasi External PT Rekayasa Industri

Pelanggan
Dalam rangka memenuhi harapan pelanggan PT Rekayasa Industri menyediakan layanan Costomer Complaint untuk mendapatkan masukan-masukan dari pelanggan yang diberikan melalui Aplikasi Customer Complaint yang dapat diakses di http://ms.rekayasa.com/complaint/ Complaint yang diberikan akan dievaluasi kemudian diperbaiki oleh bagian/divisi/departemen yang terkait. Perbaikan/improvement yang telah dilakukan akan dimasukan kembali dalam bagian Answered Complaint. 
Sehingga dengan adanya complaint-complaint yang berasal dari pelanggan dapat membuat pelayanan PT Rekayasa Industri menjadi lebih berkualitas melebihi harapan dari pelanggan sehingga akan menjadi partner dalam setiap kesempatan. PT Rekayasa Industri sadar tujuan akhir adalah menciptakan pelanggan yang tidak sekedar puas namun loyal. Untuk mempercepat perjalanan menuju loyalitas pelanggan, perlu di desain produk dan pelayanan secara terintegrasi yang unik dari sudut pandang pelanggan, yang disebut sebagai Pengalaman Pelanggan (Customer eXperience). Lebih dari itu, Pengalaman Pelanggan tersebut akan dimanajemeni sedemikian, agar pada setiap interaksinya dengan perusahaan harapan pelanggan akan senantiasa terpenuhi atau bahkan terlewati melalui produk dan pelayanan yang diberikan oleh para staf  yang kompeten, serta yang didukung oleh sistem dan piranti yang handal. 

Pemerintah
Dalam hubungannya dengan pemerintah PT Rekayasa Industri sangat mematuhi segala peraturan pemerintah dalam setiap proyek yang dijalankan. Hal itu dikarenakan PT Rekayasa Industri adalah salah satu perusahaan yang didirikan oleh pemerintah (BUMN) sehingga segala sesuatu tentang PT Rekayasa Industri selalu dikontrol oleh pemerintah. PT Rekayasa Industri juga selalu melaporkan pajaknya secara transparan dan benar oleh sebab itu PT Rekayasa Industri mendapat penghargaan peringkat ke 3 untuk kategori Private Non Keuangan Non Listed pada kompetisi tahunan Annual Report Award tahun 2009.

Khusus
PT Rekayasa Industri Menyediakan segala laporan tahunan, laporan Audit Keuangan, Good Corporate Governance, bahkan segala jenis penghargaan yang telah diterima oleh PT Rekayasa Industri yang dapat dilihat di situs web PT Rekayasa Industri sehingga semua kalangan dapat melihat tidak hanya investor bahkan pelanggan, pemerintah dan masyarakat luas dapat melihatnya.

Masyarakat Luas
Dalam menerapkan CSR, umumnya perusahaan akan melibatkan partisipasi masyarakat, baik sebagai objek maupun sebagai subjek program CSR. Hal ini dikarenakan masyarakat adalah salah satu pihak yang cukup berpengaruh dalam menjaga eksistensi suatu perusahaan. Masyarakat adalah pihak yang paling merasakan dampak dari kegiatan produksi suatu perusahaan, baik itu dampak positif ataupun negatif. Dampak ini dapat terjadi dalam bidang sosial, ekonomi, politik maupun lingkungan.
Dalam menjaga hubungan baik dengan masyarakat, PT Rekayasa Industri telah menjalankan beberapa program CSR, diantaranya adalah sunatan masal, bantuan mudik dan fogging di sekitar perusahaan serta program-program CSR lainnya disekitar proyek PT Rekayasa Industri, sebagai contoh di lomba kesenian daerah di sekitar proyek Lahendong-3 Geothermal, program perbaikan jalan dan sunatan masal di wayang windu-2 Geothermal, dan sebagainya.

Sumber :
http://www.rekayasa.com/
http://csr.rekayasa.com/default.aspx 

Siti Qomariyah
57212081
2DF01

Minggu, 31 Maret 2013

Istana-istana Negara di Indonesia


  • Istana Negara dan Istana Merdeka
Istana yang berada di satu kompleks di jalan Merdeka Utara jakarta, merupakan dua buah bangunan utama yang luasnya 6,8 hektare  dan terletak di antara Jalan Medan Merdeka Utara dan jalan Veteran, serta dikelilingi oleh sejumlah bangunan yang sering digunakan sebagai tempat kegiatan kenegaraan.
Dua bangunan utama adalah Istana Merdeka yang menghadap ke Taman Monumen Nasional dan Istana Negara yang menghadap ke Sungai Ciliwung. Sejajar dengan Istana Negara ada pula Bina Graha. Sedangkan di sayap barat antara Istana Negara dan Istana Merdeka, ada Wisma Negara.Saat ini Istana Negara digunakan sebagai pusat kegiatan pemerintahan negara, Istana Negara menjadi tempat penyelenggaraan acara-acara yang bersifat kenegaraan, antara lain pelantikan pejabat-pejabat tinggi negara, pembukaan musyawarah dan rapat kerja nasional, kongres bersifat nasional dan internasional, jamuan kenegaraan, dan sebagai tempat memperingati Detik-Detik Proklamasi pada setiap tanggal 17 Agustus.



  • Istana Bogor 
Istana Kepresidenan Bogor terletak di Kelurahan Paledang, Kecamatan Kota Bogor Tengah, Kotamadya Bogor, Jawa Barat, di sekitar 60 kilometer dari Jakarta atau 43 kilometer dari Cipanas. Istana ini berada di atas tanah berkultur datar, seluas sekitar 28,86 hektar,  di ketinggian 290 meter dari permukaan laut, tergolong ke dalam kota beriklim sedang, dengan hawa sejuk sangat sesuai untuk peristirahatan. Riwayat Istana Kepresidenan Bogor bermula dari Gubernur Jenderal Belanda bernama G.W. Baron van Inhoff, yang mencari tempat peristirahatan dan berhasil menemukan sebuah pesanggrahan (10 Agustus 1744) yang diberi nama Buitenzorg (artinya bebas masalah/kesulitan). Dia sendiri membuat sketsa dan membangunnya (1745-1750) mencontoh arsitektur Blehheim Palace, kediaman Duke of Malborough, dekat kota Oxford di Inggris.Penghuni terakhir Istana Buitenzorg itu adalah Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborg Stachourwer yang terpaksa harus menyerahkan istana ini kepada Jenderal Imamura, pemeritah pendudukan Jepang. Akan tetapi, riwayat telah mencatat sebanyak 44 gubernur jenderal Belanda pernah menjadi penghuni istana ini. Setelah masa kemerdekaan, Istana Kepresidenan Bogor (1950) mulai dipakai oleh pemerintah IndonesiaBagian-bagian Istana Kepresidenan Bogor, Gedung Induk terdiri dari Ruang Garuda sebagai Ruang Resepsi, Ruang Teratai berfungsi sebagai Ruang Penerima Tamu, Ruang pemutaran film, Ruang Kerja Presiden, Ruang Perpustakaan, Ruang Famili dan Kamar Tidur, Ruang Tunggu Menteri yang akan mengikuti acara. Gedung Utama Saya Kiri terdiri dari Ruang Panca Negara pernah berfungsi sebagai persiapan Konfrensi Asia Afika di Bandung, Kemudian Ruang Tidur dan Ruang Tengah sebagai tempat menginap Presiden, Tamu Negara, dan Tamu Agung. Gedung Utama Sayap Kanan berfungsi sebagai tempat menginap para Presiden sebagai tamu Negara berikut tamu Negara dan tamu lainnya. Paviliun Sayap Kiri berfungsi sebagai kantor Rumah Istana Bogor, sedangkan Paviliun Sayap Kanan sebagai tempat menginap para pejabat dan tamu Negara.
  • Istana Tampaksiring 
Istana Kepresidenan Tampaksiring berada di atas perbuktian di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Pulau Bali. Merupakan satu-satunya istana kepresidenan yang dibangun masa pemerintahan Indonesia yang dibangun pada tahun 1957 – tahun 1960, sepenuhnya ditangani oleh putra-putra Indonesia, atas prakasa Presiden I Republik Indonesia : Soekarno.Nama Tampaksiring diambil dari dua buah kata bahasa Bali, tampak (bermakna telapak) dan siring (bermakna miring). Menurut legenda yang terekam pada daun lontar Usana Bali, nama itu berasal dari bekas tapak kaki seorang raja yang bernama Mayadenawa. Kawasan hutan yang dilalui Raja Mayadenawa dengan berjalan di atas kakinya yang dimiringkan itulah wilayah ini dikenal dengan nama Tampaksiring.
Istana Tampaksiring difungsikan disamping untuk acara-acara Presiden dan Wakil Presiden dalam hal kepemerintahan dan kenegaraan, juga peruntukan untuk tempat peristirahatan bagi Presiden dan Wakil Presiden peserta keluarga, serta bagi tamu-tamu negara. Menurut catatan, tamu-tamu negara yang pernah berkunjung ke Istana Kepresidenan Tampaksiring, antara lain Presiden Ne Win dari Birma (sekarang Myanmar); Presiden Tito dari Yogoslavia, Presiden Ho Chi Minh dari Vietnam, Perdana Menteri Nehru dari India, Perdana Menteri Khruschev dari Unit Soviet, Ratu Juliana dari Belanda dan Kaisar Hirohito dari Jepang.Komplek Istana Kepresidenan Tampaksiring kini terdiri dari lima gedung utama dan satu pendapa. Dua gedung utama diberi nama Wisma Merdeka (1.200 meter persegi) dan Wisma Negara (1.476 meter persegi) yang dipisahkan oleh celah bukit sedalam lebih kurang 15 meter namun terhubung dengan jembatan sepanjang 40 meter, tiga gedung utama yang lainnya diberi nama Wisma Yudhistira, Wisma Bima, dan ruang untuk konferensi, serta Balai Wantilan.

  • Istana Cipanas 
Istana Kepresidenan Cipanas terletak di Desa Cipanas, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, kaki Gunung Gede, Jawa Barat dari sebuah bantunan yang didirikan pada tahun 1740 oleh seorang tuan tanah asal Belanda bernama Van Heots, pada ketinggian 1.100 meter dari permukaan laut, di atas areal lebih kurang 26 hektar den
gan luas bangunan sekitar 7.760 meter persegi. Pada tahun 1916, masa pemerintahan Hindia Belanda di bangun tiga bangunan dengan nama Paviliun Yudistira, Paviliun Bima dan Paviliun Arjuna. Pada tahun 1954, di masa Presiden I Republik Indonesia Ir. Soekarno, didirikan sebuah gedung berhiasan batu bertentuk bentol.
Istana ini dibangun dengan keadaan panorama alam yang asri, udaranya bersih, sejuk dengan berlatar belakang Gunung Gede. Dalam areal hutan istana, hingga tahun 2001, menurut Katalog yang disusun secara alfabetis terbitan Istana Kepresidenan berkerja sama LIPI tercatat sebanyak 1.334 spesimen, 171 spesies, 132 marga, serta 61 suku. Selain dengan lingkungan yang asri istana ini juga dialiri air panas. sebagai tempat peristirahatan dan persinggahan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya, para kepala negara tetangga yang berkunjung ke Indonesia. Pada tahun 1971, Ratu Yuliana meluangkan waktunya untuk singgah.
Gedung Bentol terletak di belakang Gedung Induk berada di lereng gunung, maka bangunan ini berdiri lebih tinggi dari pada bangunan-bangunan yang ada, merupakan produk dua arsitek anak bangsa. RM.Soedarsono dan F. Silaban. Sekelilingnya amat hening, sunyi dan sepi, suasana ini yang oleh Presiden Soekarno, dipakai untuk menyusun berbagai rencana dan strategi membawa bangsa ini yang dikorbarkannya dalam pidato kenegaraan, pada setiap peringatan hari proklamasi.

  • Istana Yogyakarta 
Istana Kepresidenan Yogyakarta terletak di ujung selatan Jalan Akhmad Yani (yang dahulu jalan Malioboro), Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kotamadya Yogyakarta. Kompleks ini dibangun di atas lahan seluas 43.585 meter persegi, sejak didirikannya Istana Yogyakarta tidak  banyak berubah. Di halaman serambi depan tampak sebuah patung raksasa penjaga pintu (dwarapala) setinggi dua meter. Selain itu, terdapat sebuah tugu Dagoba (yang oleh orang Yogyakarta disebut Tugu Lilin) setinggi tiga setengah meter, yang senantiasa menyalakan api semu di puncaknya. Tugu ini terbuat dari batu andesit. Halaman belakang istana ditumbuhi oleh pepohonan besar dan tinggi yang dedaunannnya amat lebat dan rindang sehingga tampak seakan merindangi bangunan istana. Istana Kepresidenan Yogyakarta dikenal juga dengan nama Gedung Agung atau Gedung Negara, salah satu fungsi gedung utama istana, yaitu sebagai tempat penerimaan tamu-tamu agung.
Gdung Induk R. Garuda Pada tanggal 6 Januari 1946 Yogyakarta resmi menjadi ibu kota baru Republik Indonesia setelah pemerintah Republik Indonesia berhijrah dari Jakarta ke Yogyakarta. Sejak saat itu Gedung Agung berubah menjadi Istana Kepresidenan, rumah kediaman Presiden Soekarno, Presiden I RI beserta keluarganya.
Pada tanggal 28 Desember 1949, Presiden berpindah ke Jakarta, sehingga istana ini tidak lagi menjadi tempat kediaman Presiden. Setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada masa dinas Presiden II RI, sejak tanggal 17 April 1988, Istana Kepresidenan Yogyakarta/Gedung Agung juga digunakan untuk penyelenggaraan Upacara Parade Senja pada setiap tanggal 17, di samping untuk Acara Perkenalan Taruna-taruna Akabri Udara yang Baru, dan sekaligus Acara Perpisahan Para Perwira Muda yang Baru lulus dengan Gubernur dan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Bahkan sejak 17 Agustus 1991, secara resmi Istana Kepresidenan Yogyakarta digunakan sebagai tempat memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan untuk DI Yogyakarta.
Dari semua Istana Negara yang kita miliki, seluruh fungsinya adalah untuk kegiatan kenegaraan yang berkaitan dengan tamu dari dunia Internasional. Bagus kan seluruh Istana Negara yang ada di Indonesia kita harus bangga menjadi warga Indonesia siapa tahu suatu saat nanti salah satu dari kita ada yang bisa mengunjungi bahkan tinggal di dalamnya, semoga bermanfaat informasi ini.



Daftar Referensi:
http://www.ihsanfirdaus.com/mengenal-5-istana-negara-di-indonesia/http://id.wikipedia.org/wiki/Istana_Negara



Siti Qomariyah
1DF01
57212081

Rabu, 02 Januari 2013

Peran dan Dampak Ilmu Alamiah Dasar dan Teknologi

Peran Ilmu Alamiah Dasar dan Teknologi

Ilmu alamiah dasar adalah ilmu yang mempelajari tentang semua hal yang ada saat ini dari mulai ilmu tentang bumi, alam, sains, antariksa, sosial, kebudayaan dan lain-lain. Berbagai jenis ilmu yang mempelajari tentang kehidupan adalah termasuk kedalam ilmu alamiah dasar. Pada dasarnya ilmu alamiah dasar adalah awal mula dari semua ilmu pengetahuan, dengan adanya ilmu alamiah dasar maka tumbuhlah berbagai macam ilmu pengetahuan yang mulai mempelajari ilmu alamiah dasar dan membaginya kedalam berbagai ilmu pengetahuan yang lebih spesifik.
Sedangkan teknologi adalah sebuah terapan dari teori yang ada pada Ilmu alamiah dasar, keduanya saling beriringan dan berkembang. Teknologi dapat diciptakan berkat adanya ilmu alamiah dasar yang ingin mewujudkannya dalam kehidupan nyata.

Dampak Ilmu Alamiah Dasar dan Teknologi

Tanpa adanya ilmu alamiah dasar mungkin saat ini tidak akan ada yang tahu mengapa manusia dapat berbicara, mengapa ada siang dan ada malam, dan mengapa manusia hidup di bumi.Berkat ilmu alamiah dasar semua pertanyaan itu dapat dijawab, seiring  dengan berkembangnya teknologi maka semakin berkembang pula ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia. Semua pengetahuan itu tidak terlepas dari kuasa Tuhan Yang Maha Esa dengan diciptakannya manusia dan alam semesta maka kita sebagai manusia dapat mempelajari semua hal tentang kehidupan. Dengan begitu kita dapat mengetahui semua jawaban dari pertanyaan dan banyak tahu tentang kehidupan yang Tuhan ciptakan menggunakan teknologi yang diciptakan dari sebuah ilmu alamiah yang dipelajari.


Siti Qomariyah
57212081
1DF01

Rabu, 28 November 2012


Oleh : Siti Qomariyah
          1DF01
          57212081

Biosfer dan Makhluk hidup
            Biosfer adalah lapisan bumi yang dapat ditinggali makhluk hidup dan  biosfer merupakan suatu system kehidupan yang terdiri dari berbagai ekosistem yang terdapat di planet bumi.
Biosfer terdiri dari 3 lapisan, yaitu:
1.      Lapisan Litosfer (Darat)
2.      Lapisan Hidrosfer (Air)
3.      Lapisan Atmosfer (Udara)
            Biosfer juga merupakan lapisan bumi yang dapat didiami oleh makhluk hidup baik itu di lapisan Litosfer, Hirosfer, maupun Atmosfer. Lapisan yang paling banyak di tinggali oleh makhluk hidup adalah lapisan LItosfer dan Hidrosfer, dari mulai manusia, tumbuhan, hewan bahkan mikroorganisme.
            Lapisan biosfer yang sekarang kita ketahui sangatlah berbeda dengan lapisan biosfer 2.250 juta tahun yang lalu, maka banyak teori yang mengemukakan awal mula munculnya makhluk hidup di bumi diantaranya adalah :
a.       Teori cosmozoa, makhluk hidup berasal dari bagian lain alam semesta.
b.      Teori Pfluger, makhluk hidup berasal dari materi yang sangat kemudian meteri itu mengandung karbon dan nitrogen.
c.       Teori Moore, makhluk hidup muncul dari kondisi yang cocok dengan bahan organic pada saat bumi mengalami pendinginan dan melalui proses yang kompleks dalam larutan yang stabil.
d.      Teori Allen, makhluk hidup berasal dari energy yang datang dari sinar matahari yang diserap oleh zat besi  dan menimbulkan pengatturan atom dari materi-materi.
e.       Teori Transendental, makhluk hidup berasal dari ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang tidak dapat diterjemahkan oleh ilmu Sains.
Namun salah satu ahli ilmu ilmiah yaitu Aristoteles menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk mati. Seperti contohnya cacing yang berasal dari lumpur dan ulat yang muncul dari daging yang membusuk.
Sumber : Nelly Wedyawati,S.Si-STKIP Melawi

Manusia dan lingkungan
            Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan dyang tunduk pada aturan hukum alam  yang mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan,  kematian, dan seterusnya. Makhluk hidup juga berinteraksi dengan lingkungan dan alam disekitarnya  dalam sebuah hubungan timbal balik positif maupun negative.
            Sedangkan lingkungan adalah suatu tempat dimana makhluk hidup tinggal, hidup, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya.
            Menurut Undang Undang Nomor 23 Tahun 1997 Pasal 1 Angka 1, yang menyebutkan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan kesemua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraaan manusia serta makhluk hidup lainnya.
            Manusia sedikit demi sedikit menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnya, bahkan manusia telah mengubah semua komunitas biologis tempat mereka hidup. Perubahan alam lingkungan ini lebih terlihat di kota-kota dibandingkan hutan rimba yang penduduknya masih primitive. Perubahan ala mini dapat berpengaruh baik secara positif maupun negative. Ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara makhluk hidup dan lingkungan adalah ekologi.
Sumber : www.ristizona.com