Kamis, 09 Juli 2015

A.    Koperasi Dalam Persaingan Pasar Sempurna
            Dalam suatu perekonomian, pelaku pasar sempurna adalah para produsen dan konsumen selain pemerintah yang di semua negara berperan melalui pelaku ekonomi, melalui aktifitas produksi dan konsumsinya. Persaingan sempurna adalah struktur pasar yang paling banyak digunakan oleh ahli ekonomi. Model persaingannya merupakan dasar analisis dan riset terapan yang luas. Dalam konteks ekonomi pasar koperasi sebagai asosiasi perorangan harus dilihat sebagai organisasi atau metode menjalankan usaha untuk melakukan kerjasama pasar dan anggotanya sebagai pelaku ekonomi. Koperasi mempunyai tugas utama untuk meningkatkan kapasitas produktif para anggotanya, sehingga mampu menghadapi persaingan pasar yang semata0mata menekan pada norma efisiensi.
            Karakteristik model pasar persaingan sempurna, sebagai berikut:
1.      Jumlah pembeli dan penjual yang besar/banyak.
Jumlah yang besar merupakan gambaran struktural dasar pasar persaingan sempurna. “Besar” disini, tidak mengacu pada jumlah tertentu. Akan tetapi harus ada cukup perusahaan, sebesar apapun hanyamemasok atau menyediakan sebagian kecil dari jumlah keseluruhan yang mempengaruhi pasar.
2.       Seluruh perusahaan menjual produk yang identik (homogenitas product)
Pembeli menganggap produk suatu perusahaan sama dengan produk perusahaan lainnya. Bagi pembeli, produk setiapa perusahaan dipandang sebagai subsitusi yang sempurna bagi produk perusahaan maupun di pasar.
3.      Perusahaan bebas keluar masuk pasar.
Karakteristik ini merupakan bagian dari struktur pasar. Walaupun untuk masuk atau keluar pasarmungkin memerlukan waktu, perusahaan-perusahaan pada struktur persaingan bebas memiliki kebebasan untuk memilihnya.
4.      Pengetahuan yang sempurna dari pembeli dan penjual
Pembeli maupun penjual diasumsikan memiliki pengetahuan yang sempurna mengenai kondisi pasar. Informasi dapat diperoleh secara Cuma-Cuma, sangat sulit menemukan pasar yang memiliki struktur sangat sempurna, yang menunjukan keempat karakteristik diatas . sehingga persaingan harga tidak cocok oleh para pelaku bisnis termasuk koperasi di pasar persaingan sempurna.

B.     Keseimbangan (Ekuilibrium) Usaha Koperasi dalam Pasar Persaingan Sempurna
Tujuan-tujuan usaha koperasi
Ada lima aturan penetapan harga bagi koperasi :
1.      Memaksimalkan laba
Perusahaan berada dalam kondisi ekuilibrium ketika memaksimalkan laba yang didefinisikan sebagai perbedaan antara total cost (TC) dan total revenue (TR). Keadaan ini sama dengan aturan persamaan Marginal Cost = Marginal Revenue (MR-MC)
2.      Maksimisasi Output
Asumsi perilaku lainnya adalah maksimisasi output, dalam kondisi bahwa tidak akan ada kerugian yang diderita oleh koperasi. Kondisi akan terwujud jika average cost (AC) = average revenue (AR). Harganya menjadi P = AC = AR.
3.      Maksimisasi  Average Cost
Ini merupakan tujuan koperasi untuk memberika pelayanan kepada anggota dengan tingkat harga yang serendah-rendahnya.
4.      Kompetitif Ekuilibrium
Koperasi berperilaku seperti halnya ia berada di dalam struktur pasar yang kompetitif. Dalam persainan sempurna, ekuilibrium akan diperoleh jika MC = P = AC. Dalam solusi persaingan, koperasi akan meningkatkan produksinya sampai pertambahan biaya bagi pertumbuhan unit produksinya (Marginal Cost) sama dengan harga yang dibayar oleh anggota.
5.      Maksimisasi SHU/Dividend (Patronage Refund)
Jika koperasi bertujuan untuk memaksimumkan SHU yang dapat didistribusikan kepada anggotanya koperasi tersebut harus memproduksi output yang merupakan hasil terbesar perbedaan harga yang akan dibebankan dengan rata-rata biaya produksinya.

·         Kineja Jangka Pendek Koperasi
                        Dalam analisis  kinerja komperatif jangka pendek koperasi dalam suatu pasar persaingan sempurna akan dibedakan kembali kasus-kasus kemampuan koperasi dengan tingkat yang sama, lebih rendah atau lebih tinggi.
·         Kinerja Jangka Panjang Koperasi
                        Dalam jangka panjang, koperasi hanya menggunakan faktor-faktor variabel produksi, maka ia dapat mengubah kapasitas produksinya, dalam anasilis kerja komperatif jagka panjang koperasi dalam suatu pasar persaingan sempurna,  akan dibedakan kembali kasus-kasus kemampuan koperasi dengan tingkat yang sama, lebih rendah serta lebih tinggi.

Koperasi dengan kemampuan manajerial yang lebih tinggi dapat melebihi pesaingnya melalui dua strategi:
1.      Menyediakan barang dengan harga yang lebih rendah.
2.      Memberikan harga yang sama dengan pesaing kemudian membagi SHU kepada anggota.


C.    Kinerja Koperasi Dalam Persaingan Pasar Persaingan Tidak Sempurna : Monopoli, Oligopoli
Definisi Pasar Monopoli
Persaingan tidak sempurna memiliki karakteristik yang serupa dengan struktur pasar persaingan )terdapat banyak pembeli dan penjual) dengan pengecualian bahwa setiap pemasok juga “monopolis kecil” (Persaingan Monopolistik Kelompok Besar).

·         Analisis Jangka Pendek Pasar Monopolis
            Karena dalam persaingan monopolistik setiap pemasok merupakan monopolis kecil, maka kurva permintaannya tidak elastis sempurna seperti dalam pasar persaingan sempurna. Jadi perusahaan memiliki kekuatan untuk menentukan harga, oleh karena itu kurva permintaannya akan lebih menurun lagi.
·         Analisis Jangka Panjang Pasar Monopolis
       Dalam jangka panjang, koperasi hanya mengunakan faktor-faktor variabel produksi, maka ia dapat mengubah kapasitas produksinya, dalam analisis kerja komperatif jangka panjang koperasi dalam suatu pasar persaingan sempurna, akan dibedakan kembali kasus-kasus kemampuang koperasi dengan tingkat yang sama, lebih rendah serta lebig tinggi.
·         Hambatan Masuknya Koperasi ke dalam Pasar Monopoli
   Hambatan masuk bagi perusahaan-perusahaan baru ke dalam struktur pasar ologopoli atau pasar monopolistik terdiri atas beberapa bentuk :
1.      Sangsi hukum pemerintah (paten, kuota, hal, monopoli, waralaba atau franchise).
2.      Deferensiasi produk.
3.      Kurangnya modal maupun pengetahuan, tekhnologi (kemampuan manajerial yang lebih tinggi merupakan hambatan masuk).
4.      Keterbatasan permintaan pasar dan skala ekonomi (hanya satu/beberapa perusahaan saja yang mungkin mampu menghasilkan labadalam pasar yang terbatas).
5.      Pembatasan harga.

·         Oligopoli dan Monopoli Alami
                        Kesimpulan dari pembahasan diatas adalah bahwa pada kasus monopoli atau oligopoli alam, selama pasar terbuka bagi pendatang baru atautidak ada hambatanmasuk yang bermotif politik maupun hukum lannya, maka masuknya koperasi ke dalam pasar seperti itu tidak dapat memberikan keunggulan tambahan.
Oleh karena itu, yang perlu dicari adalah penyebab keunggulan
koperasi yang berada diluar argumen teori harga tradisional. Hal ini harus atau hanya dapat menjadi keunggulan yang tidak dapat ditiruoleh organisasi non-koperasi yaitu faktor-faktor yang berhubungan langsung dengan aspek koperasi dari suatu organisasi.

·         Persaingan Potensial dan Koperasi
            Merangkum pembahasan monopoli dan oligopoli, terdapat
beberapa hal penting :
1.     Struktur pasar monopolistik dan oligopolistik membebankan harga yang lebih tinggi dari biaya marginal (MC) yang dapat diartikan sebagai “kegagalan pasar” (market failure), kegagalan pasar ini dapat diperbaiki dengan masuknya koperasi.
2.      Mengapa peluang laba pada pin diatas tidak dieksploitasi?
a.   Masuknya pesaing kedalam pasar tidaklah bebas karena adanya hambatan-hambatan huku, politik, dan ekonomi (rent-seeking behaviour of political enterpreneurs).
b.      Terdapat kesenjangan kemampuan antara pelaku pasar dengan pendatang baru, kesenjangan ini mencegah pesaing masuk dan melakukan peniruan.
c.       Biaya/hambatan masuk sangat tinggi. Bagian yang cukup besar dari perbedaan biaya ini adalah kemampuan kewirausahaan (enterpreneurial ability).
d.      Biaya transaksi untuk mengeksploitasi peluang laba, terlalu tinggi.
3.    Perilaku oligopolis dan monopolis sangat tergantung pada biaya yang dibutuhkan untuk masuk ke pasar.
4.      Mengingat relevansi teori kinerja structure-conduct, maka penentu perilaku struktur pasar menjadi kurang relevan dalam persaingan potensial. Faktor-faktor penting bagi masuknya koperasi dan keberhasilan pasar berkaitan dengan biaya masuk dan faktor-faktor yang mempengaruhi keunggulan komparatif setelah masuknya perusahaan dalam pasar.

Jika biaya masuk rendah dan tidak terdapat hambatan hukum dalam keluar/masuknya perusahaan ke pasar; sebaliknya, jika biaya masuk rendah, maka keunggulan tambahan bagi anggota koperasi yang masuk ke pasar akan sulit terwujud karena:
a.       Kopersi harus memiliki kemampuan, inovasi lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang berada di pasar untuk memberikan keunggulan khusus yang mampu diperoleh.
b.      Koperasi harus mampu mengurangi biaya transaksi-lebih rendah dari biaya perusahaan yang berada di pasar.
c.       Koperasi juga harus mampu mewujudkan keunggulan lain yang tidak diberikan olehorganisasi lainnya.

Ini merupakan dilema bagi koperasi karena:
Jika biaya masuk rendah, koperasi dapat memasuki pasar, namun tanpa memberikan keunggulan tambahan bagi anggota.
Jika biaya masuk tinggi, maka koperasi tidak dapat memasuki pasar.

D.    Skala Ekonomi Dan Perbandingan Kinerja Ekonomi
Masalah dan arti ekonomi
            Skala ekonomi dapat dianggap sebagai faktor yang memungkinkan suatu perusahaan untuk memproduksi output lebig banyak dengan biaya rata-rata lebih rendah. Skala ekonomi lebih diartikan pada hubngan antara biaya rata-rata dengan skala output.
Skala ekonomi ini diperoleh dari dua hukum utama mengenai produksi:
1.      The Law of Diminishing Returns, yaitu hukum jangka pendek yang memiliki hipotesis bahwa output tumbuh pada tingkat yang menurun dan akhirnya malah akan benar-benar turun suatu faktor/ variabel input ditambah ke variable  input lain yang jumlahnya tetap, baik secara kuantitas maupun kualitas. 
2.      Return to scale menganggap bahwa seluruh input dalam proses produksi adalah variabel. Hubungan ini menggambarkan bahwa antara input dengan output dalam jangka panjang perusahaan memiliki fleksibilitas penuh dalam menentukan karakter proses produksinya.


Sumber :
Hendar,Kusnadi,Ekonomi koperasi.Jakarta:Lembaga Penerbit FE-UI, 1999


Nama Kelompok 7 :
1.      Eka Nurhayati Fitri                (52212413)
2.      Rosa Indriasari                       (56212692)
3.      Siti Qomariyah                       (57212081)
4.      Viera Pradinda Rustianti        (57212581)
                                     
Kelas : 3DF01

Tidak ada komentar:

Posting Komentar